
Tim Ahli — Bagaimana cara mendirikan yayasan? Mungkin saat ini kamu sedang bertanya-tanya demikian. Yayasan merupakan badan hukum yang didirikan dengan tujuan utama untuk kemanusiaan, keagamaan dan sosial.
Pendirian yayasan harus mengutamakan kepentingan umum bukan pribadi sehingga tidak mencari keuntungan untuk kelompok tertentu.
Lantas, bagaimana cara membuat yayasan dan apa saja persyaratan yang dibutuhkan serta bagaimana tips agar berhasil mendirikan yayasan?
Lebih lengkapnya, kamu bisa simak penjelasannya di bawah ini. Namun, sebelum lebih jauh alangkah baiknya kamu mengenal terlebih dahulu apa itu yayasan?
Apa itu Yayasan?

Yayasan berasal dari Bahasa Belanda “Stichting” dengan awalan “Stichen” yang artinya membangun, mendirikan, atau “Foundation” dalam Bahasa Inggris. Secara istilah, yayasan berarti sebuah badan untuk menjalankan berbagai kegiatan komersial dan non komersial.
Terdapat banyak yayasan di Indonesia dengan tujuan berbeda-beda mulai dari yang bergerak di bidang sosial, kemanusiaan, pendidikan, dan sebagainya. Pendirian yayasan diatur dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 2004.
Yayasan juga memiliki arti yang spesifik, sehingga ada beberapa tokoh yang mendefinisikannya berbeda-beda. Berikut ini beberapa penjelasan pengertian yayasan menurut para ahli:
Poerwadarminta
Menurut Poerwadarminta yayasan adalah badan yang didirikan untuk memenuhi kebutuhan sekolah secara maksimal. Biasanya modal pendirian yayasan dari para anggota yang memang bergabung dengan yayasan tersebut.
Subekti
Sedangkan menurut Subekti, yayasan adalah badan hukum yang didirikan dengan tujuan sosial sesuai dengan ketentuan berlaku.
Achmad Ichsan
Achmad Ichsan berpendapat bahwa yayasan adalah badan yang tidak memiliki anggota. Alasannya karena menurut Achmad Ichsan, proses pengelolaan yayasan tidak diperbolehkan menggabungkan harta pribadi dengan dana milik yayasan. Siapapun bisa mendirikan yayasan mulai dari masyarakat biasa sampai pemerintah.
Yayasan Menurut Undang-undang
Pengertian terakhir adalah yayasan menurut Undang-undang Nomor 28 Tahun 2004 badan yang memiliki anggota dan bergerak di berbagai tujuan demi kepentingan bersama.
Dasar Hukum Pendirian yayasan
Pendirian yayasan diatur langung oleh Negara Indonesia. Sehingga keberadaannya dijamin dan dilindungi langsung oleh hukum yang berlaku. Dasar hukum pendirian Yayasan dituangkan dalam:
- UU No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan
- UU No. 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas UU No. 16 Tahun 2001
- Permenkumham No. 21 Tahun 2021. Tentang “Syarat dan Tata Cara Pendaftaran Pendirian, Perubahan, dan Pembubaran Badan Hukum Yayasan”
- Peraturan OSS / NIB (PP No. 5 Tahun 2021)
Jadi, sebelum lebih jauh mendiririkan Yayasan, alangkah baiknya kamu memahami terlabih dahulu regulasi dan peraturan yang tertuang langsung didalam peraturan-peraturan di atas.
Kamu juga bisa menggunakan bantuan “Konsultan Hukum” agar yayasan yang didirikan benar-benar beroperasi sesuai aturan dan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Langkah-langkah Cara Mendirikan Yayasan

Seperti penjelasan sebelumnya bahwa yayasan bisa didirikan oleh siapa saja seperti orang biasa dan pemerintah. Jika berencana membangun sebuah yayasan, bisa simak cara mendirikan yayasan di bawah ini.
1. Mengurus Dokumen yang Dibutuhkan
Cara pertama adalah mengurus dokumen yang dibutuhkan seperti fotokopi kartu identitas dan NPWP milik anggota yayasan. Selain itu, pengurus juga harus menyiapkan surat pengantar dari RT/RW setempat, bukti sewa kepemilikan bangunan yayasan, dan surat persetujuan semua anggota.
2. Mengurus Akta Pendirian
Langkah berikutnya adalah mengurus akta pendirian dan mengajukan pengesahannya melalui bantuan notaris. Dalam proses pembuatan akta pendirian, pendiri harus membayar sejumlah biaya sesuai ketentuan.
Setelah akta pendirian keluar, pengurus yayasan bisa mengajukan pengesahan agar yayasan tersebut sah di mata hukum.
3. Menunggu Konfirmasi Mengenai Pendirian Yayasan
Setelah mengajukan pengesahan, pengurus yayasan tinggal menunggu konfirmasi selanjutnya setelah 30 hari pengajuan. Apapun hasilnya, menteri akan mengumumkan jika ditolak dan diterima.
4. Memproses Akta Pendirian Yayasan
Setelah menteri menyatakan pendirian yayasan berhasil, langkah cara mendirikan yayasan yang terakhir adalah memproses akta pendirian yayasan. Proses pengesahan dilakukan melalui Kepala Kantor Wilayah Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia atas nama menteri yang mengesahkan.
Dokumen Persyaratan untuk Mendirikan Yayasan di Indonesia

Agar proses pendirian yayasan berjalan lancar, kamu bisa menyiapkan dokumen persyaratan pendirian yayasan yang dibutuhkan. Dokumen yagn dibutuhkan terdiri dari dokumen administratif pendaftaran yayasan dan dokumen operasional yang dibutuhkan ketika hendak beroperasi.
Dokumen Pendaftaran Yayasan
Sebelum mendaftarkan yayasan, pastikan kamu menyiapkan dokumen-dokumen administratif berikut ini:
1. Pendiri Yayasan
Minimal 1 orang pendiri (bisa perorangan atau badan hukum). Pendiri harus cakap hukum. Pendiri dapat WNI atau WNA (dengan ketentuan khusus untuk WNA).
2. Nama Yayasan
Nama Yayasan harus unik dan belum dipakai yayasan lain. Menggunakan kata “Yayasan” di depan nama. Dan tetnunya tidak boleh bertentangan dengan ketertiban umum atau kesusilaan.
3. Memiliki Maksud dan Tujuan Yayasan
Yayasan yang akan didirikan wajib bersifat nirlaba di bidang (sosial, keagamaan, kemanusiaan). Dan yayasan bersifat tidak boleh untuk mencari keuntungan pribadi.
4. Struktur Organ Yayasan
Minimal terdiri dari:
- Pembina: Organ tertinggi, Minimal 1 orang
- Pengurus: Menjalankan operasional, Minimal: Ketua, Sekretaris, Bendahara
- Pengawas: Mengawasi pengurus, Minimal 1 orang
Catatan penting: Pembina tidak boleh merangkap pengurus/pengawas. Dan pengurus tidak boleh merangkap pengawas.
5. Kekayaan Awal Yayasan
Pendirian yayasan harus ada modal awal berupa kekayaan yang dipisahkan, yakni:
- Pendiri WNI: minimal Rp10.000.000
- Jika ada pendiri WNA: minimal Rp100.000.000
Kekayaan awal yayasan tersebut dibuktikan dengan surat pernyataan kekayaan awal atau bukti setoran rekening.
6. Dokumen Administratif
Adapun dokumen administratif untuk pendirian yayasan diantaranya adalah
- KTP pembina, pengurus dan pengawas
- NPWP pembina, pengurus dan pengawas
- Alamat domisili sekretariat yang jelas
- Alamat email dan nomor telepon aktif
- Stempel yayasan
Dokumen Operasional Yayasan
1. Akta Pendirian Yayasan
Akta pendirian adalah dokumen terpenting dalam pendirian yayasan untuk membuktikan legalitas yayasan tersebut. Kamu bisa mengurus akta pendirian dalam Bahasa Indonesia di notaris.
Nantinya notaris akan mengirimkan akta pendirian kepada Menteri Hukum dan HAM agar mendapatkan pengesahan. Jika yayasan memiliki akta pendirian artinya yayasan tersebut benar diakui oleh hukum.
2. NPWP Yayasan
Selain akta pendirian, yayasan juga harus mengurus NPWP di kantor pajak terdekat. Dokumen yang dibutuhkan untuk mengurus NPWP yayasan adalah fotokopi salah satu kartu identitas anggota pengurus yayasan, fotokopi NPWP pribadi anggota, surat keterangan domisili yang dikeluarkan kelurahan, formulir pengajuan NPWP, dan fotokopi akta pendirian.
3. Izin Operasional
Pastikan yayasan juga mengurus izin operasional seperti data pengurus, proposal teknis, tanda daftar, NIB. NPWP dan akta pendirian.
4. Dokumen Lainnya
Dokumen persyaratan lainnya yang dibutuhkan adalah bukti kekayaan awal yang menyatakan pemisahan kekayaan pribadi dan milik yayasan, surat pernyataan keabsahan kekayaan awal dan persetujuan dari para pengurus, surat pengantar dari RT/RW setempat dan surat pengesahan Kemenkumham.
Biaya yang Dibutuhkan untuk Mendirikan Yayasan

Pertanyaan selanjutnya adalah: Berapa biaya yang dibutuhkan untuk membuat Yayasan di Indonesia?
Penting untuk mengetahui biaya yang dibutuhkan dalam mendirikan yayasan agar berjalan lancar. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai estimasi biaya yang dibutuhkan.
1. Modal Awal Pendirian
Sebelum mendirikan yayasan, para pendiri dan pengurus harus memisahkan kekayaan milik pribadi. Setidaknya, pendiri menyiapkan modal awal sebesar 10 juta rupiah di luar biaya sewa lahan, bangunan, dan sarana yayasan. Angka ini hanya perkiraan saja karena biaya pendirian bisa berbeda setiap yayasan.
2. Biaya Pembuatan Akta Pendirian
Mengurus akta pendirian di notaris tentu membutuhkan biaya dan kira-kira membutuhkan uang 4 juta sampai 7 juta rupiah. Tergantung kelengkapan dan fasilitas yang ingin diperoleh.
Biaya notaris sifatnya tidak tetap, untuk lebih jelasnya kamu bisa berkonsultasi dengan Tim Ahli terkait besaran biaya untuk pendirian Yayasan.
3. Biaya Pengesahan Akta
Biaya pendirian akta dan pengesahan itu berbeda untuk biaya pengesahan akta tidak terlalu mahal yaitu 200 ribu rupiah saja untuk yang memiliki modal awal 10 juta rupiah.
Namun jika kekayaan awal yang dimiliki yayasan antara 25 juta sampai 1 miliar maka biayanya 300 ribu rupiah.
Khusus untuk yayasan dengan modal awal di atas 1 miliar rupiah harus membayar pengesahan akta sebesar 500 ribu rupiah.
Jika kamu mengurusnya di notaris, atau layanan penyedia jasa pembuatan Yayasan, maka biaya pengesahan ini biasanya sudah include di awal.
Tips Mendirikan Yayasan Agar Berjalan Lancar

Selain mengetahui cara mendirikan Yayasan—demi kemudahan selama proses pendirian yayasan, kamu bisa menerapkan beberapa tips mendirikan yayasan di bawah ini.
1. Membuat Rencana yang Matang
Langkah awal mendirikan yayasan adalah membuat rencana yang matang lebih dulu dan meneliti masalah yang dialami masyarakat atau komunitas. Dengan mengetahui masalah yang terjadi, akan lebih mudah menentukan jenis program yang dijalankan demi kebutuhan bersama.
Yang paling penting, tentukan juga “Tujuan Awal” pendirian Yayasan. Misalkan tujuannya untuk mendirikan lembaga pendidikan. Atau tujuannya untuk menaungi sanggar seni.
Jangan sampai tujuan ini berubah di tengah jalan. Karena ketika berubah, kamu harus membuat “Akta Perubahan”. Dan ini membutuhkan tenaga dan biaya tambahan.
2. Menentukan Visi dan Misi
Setelah membuat rencana, kamu bisa menentukan visi, misi, dan tujuan yayasan yang spesifik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat atau komunitas.
Jika memungkinkan, kamu juga bisa membuat AD/ART Yayasan, agar yayasan yang dibuat sesuai dengan tujuan awal pendiriannya.
Catatan: AD/ART Yayasan yang dibuatkan notaris seringkali bersifat umum. Sehingga kadang tidak cocok dengan tujuan yayasan pada pelaksanaannya. Jangan sampai hal ini terjadi, karena jika melakukan perubahan AD/ART di tengah jalan kamu harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membuat “Akta Perubahan”.
3. Menyiapkan Nama dan Struktur Pengurus
Berikutnya adalah menyiapkan nama yayasan dan struktur pengurus mulai dari ketua, sekretaris, bendahara, dan pengawas lainnya beserta tugas-tugasnya. Pastikan nama yayasan unik dan belum digunakan oleh yayasan lain.
Nama Yayasan juga sebisa mungkin mencerminkan nilai-nilai yang diusung oleh para pendiri.
4. Menyiapkan Dokumen Pendirian
Terakhir adalah menyiapkan dokumen persyaratan untuk mendirikan yayasan sesuai penjelasan sebelumnya. Pastikan dokumen sudah lengkap, agar tidak menambah waktu proses pendirian Yayasan.
Demikianlah penjelasan lengkap seputar cara mendirikan yayasan di Indonesia. Mulai dari dasar hukum, dokumen, persyaratan dan biaya yang dibutuhkan untuk mendirikan Yayasan.
Ingat! saat hendak membuat Yayasan, pastikan pengurus memisahkan harta pribadi dan dana milik yayasan sebelum memproses pendiriannya.






Leave a Comment